Sunday, March 23, 2008

Kebiadaban Israel dan Standar Ganda PBB, Agustus 2006


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَ دِيْنِ الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصَحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ
فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Qolallhohu Ta’ala fil Qur’anil adzim :
ru9s` †sgøèy@Ÿ #$!ª 9Ï=ù3s»ÿύÌïût ãt?n’ #$QùRçs÷BÏZÏüût ™y6΋x¸

Korban kebiadaban Israel 13 Juli 2006,
Dimakamkan 3 Agustus 2006, di Sukabumi
Siti Maemunah binti Muhtar Bisri
TKI asal dusun Genthong Pasir, Langensari, Sukaraja, Sukabumi
usia 18 th, anak 13 bulan. (Republika, 4/8 06)

Asops Kasum TNI Mayjen TNI Bambang Dharsono :
“Pasukan perdamaian masih harus menunggu keputusan Dewan Keamanan (DK) PBB. Persiapan 80%” (Republika, 4/8 06)

Sidang Mini / Sidang Darurat OKI, Putrajaya Malaysia 3 Agustus 2006 (Republika, 4/8 06) :
Sekjen OKI Ekmeledin Ihsanoglu :
“Sikap standar ganda negara-negara Barat melukai ummat Islam, dikhawatirkan menimbulkan kemarahan permanen terhadap Israel dan pendukungnya”
“Banyak negara muslim siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Lebanon di bawah bendera PBB”

Ahmad Badawi, PM Malaysia (Republika, 4/8 06) :
“Israel tentu memiliki tujuan lebih besar dari pada sekedar menyelamatkan 2 serdadunya”

(Republika, 4/8 06)
Serangan 3 Agustus di Akra dekat perbatasan Lebanon dan Suriah, menghancurkan jembatan yang dibangun masa Kesultanan Ottoman

Prof Din Samsuddin, Ketua Muhammadiyah, Sekjen MUI (KR, 4/8 06) :
“buat apa kita berlindung di bawah lembaga yang tidak efektif”
“PBB tidak bisa diandalkan untuk menuntaskan krisis di Timur Tengah. Hal ini terlihat dari tidak adanya langkah tegas yang dilakukan PBB. Segala keputusannya selalu bisa digagalkan oleh hak veto negara-negara super power”

Kolom Analisis Jawahir Thontowi (Guru Besar Hukum Internasional), KR Kamis 27 Juli 2006 :
Peperangan antara Israel dengan Lebanon adalah bentuk bencana kemanusiaan yang menakutkan. Israel melakukan pengeboman ke daerah-daerah pusat kekuatan Hizbullah. Tidak aneh jika kemudian di pelbagai negara termasuk Indonesia, muncul aksi menentang penyerangan (oleh) Israel.
Ali Kazak dalam The Jerusalem Question, 1977 menyebutkan bahwa sejak tahun 1948 s/d 1996 tidak kurang dari 64 resolusi dikeluarkan oleh Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, Komisi HAM PBB, UNESCO dan Organisasi Konferensi Islam Dunia, tidak satupun ada yang dipatuhi oleh Israel secara konsisten.
DK PBB tidak mampu menegakkan hukum internasional secara benar dan adil. Maka perlu dibentuk forum global yang mewadahi aspirasi keamanan dan keselamatan dunia.

Artikel di Republika, 22 Juli 2006
PBB seperti pepatah Arab wujuduhu kaadamihi, adanya seperti tidak adanya. Ada atau tidak PBB sama saja. Hal ini disebabkan oleh akutnya ‘penyakit-penyakit’ dalam tubuh PBB, yang sudah jamak diketahui orang . . .
Pertama, fakta adanya ketimpangan dan ketidakadilan dalam PBB. Hak veto yang secara khusus dimiliki oleh lima negara (Inggris, Prancis, Amerika, Cina, Rusia) membuat wajah PBB sangat diskriminatif.
Kedua, hegemono negara-negara besar atas PBB sangat kasat mata. Tidak sedikit resolusi PBB yang sesungguhnya merefleksikan kepentingan negara-negara besar.
Resolusi dikeluarkan jika memungkinkan dan menguntungkan mereka. Jika tidak, sebuah resolusipun bahkan tidak penting untuk dihiraukan.
Buktinya Amerika dan Inggris tetap saja menggempur Irak di tahun 2003, kendati mayoritas anggota Dewan Keamanan PBB menentang keras aksii tersebut, termasuk tiga negara besar pemilik hak veto : Prancis, Rusia, dan Cina.
Sehingga tidak salah jika muncul dua alternatif solusi ekstrim. Yaitu, membubarkan PBB atau membuat perserikatan bangsa-bangsa tandingan.
ru9s` †sgøèy@Ÿ #$!ª 9Ï=ù3s»ÿύÌïût ãt?n’ #$QùRçs÷BÏZÏüût ™y6΋x¸
dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

No comments: