Sunday, June 15, 2008
Kenaikan BBM Buah Sistem Ekonomi Liberal
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَ دِيْنِ الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصَحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ
فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Amma ba’du,
Qolallhohu Ta’ala fil Qur’anil adzim :
Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Puji syukur ke hadlirat Allah SWT atas ni’mat iman dan hidayah-Nya। Dialah Satu-satunya Dzat yang yang berhak diibadahi. Tiada sekutu dalam menciptakan kita. Tiada sekutu dalam memberikan rezqi dan segala kenikmatan bagi kita. Marilah kita syukuri dengan memurnikan keimanan kita dan menjauhkan dari kotornya syirik. Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan berupaya melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.
Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Pemerintah mengeluarkan sejumlah langkah untuk mengatasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satu paket kebijakan di bidang pendidikan adalah bantuan khusus terhadap mahasiswa. Selasa (27/5) Bambang Sudibyo mengungkapkan, penyaluran bantuan khusus untuk mahasiswa tersebut mulai diberlakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2008/2009. ”Presiden memutuskan untuk merealisasikan bantuan khusus pada 400 ribu orang mahasiswa tidak mampu sebesar Rp 500 ribu per semester,” Bambang, pihaknya akan mengajukan usul pada DPR agar bantuan khusus berlaku dua semester.
Pada kesempatan yang sama, Menko Kesra Aburizal Bakrie menjelaskan, selain bidang pendidikan, sejumlah paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu antara lain menyangkut harmonisasi tarif, pemberian insentif bagi industri.
Menteri Perindustrian Fahmi Idris menambahkan, langkah lain yang diambil pemerintah adalah penyelesaian revisi Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 2007 tentang fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan atau di daerah-daerah tertentu pada akhir Mei 2008
”Insentif yang telah diatur pada PP nomor 1 tahun 2007 akan disempurnakan dan revisinya diharapkan dalam waktu dekat sudah dapat ditandatangani oleh presiden. Dengan adanya penyempurnaan itu maka sektor yang mendapat insentif akan semakin luas,” kata Fahmi. Ia menjelaskan, setiap departemen memberikan masukan sektor-sektor tambahan yang akan dimasukkan dalam revisi PP tersebut. Khusus untuk Departemen Perindustrian, setidaknya ada delapan sektor yang diusulkan. ”Sektor itu antara lain perkapalan, kawasan industri, industri komunikasi atau ICT dan industri susu,” ungkapnya. 28/05/2008 08:13:34 JAKARTA (KR
Sementara, Bantuan Tunai Langsung (BLT) plus sembako yang akan dibagikan kepada 19 juta rakyat miskin juga tidak mencukupi karena selain jumlahnya kurang, juga sifatnya hanya sementara. Sementara itu, pemerintah berencana memberikan BLT hanya Rp 100.000 per bulan. Lagi pula itu hanya untuk 19 juta rakyat, sementara puluhan juta रक्यत
Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Pernyataan bahwa kenaikan BBM demi orang miskin juga harus dipertanyakan, karena faktanya, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi Pri Agung Rakhmanto, (Kompas, 7/5), kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa. Jadi, bagaimana bisa disebut bahwa kenaikan BBM dilakukan demi orang miskin, bila dalam hitungan dan pada kenyataannya jumlah orang miskin justru akan bertambah?
produk barang dan manufaktur membutuhkan konsumsi BBM। Maka, begitu harga BBM naik, harga barang dan jasa serentak naik. Pada akhirnya, orang di strata bawah yang paling terpukul.
Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Kenaikan harga BBM tersebut hanyalah bagian dari target liberalisasi sektor migas yang akan melepas harga minyak domestik ke pasar dunia. “Kenaikan ini hanya sebagian saja dari proses menuju liberalisasi tadi dan Pemerintah selangkah lagi dalam agenda tersebut,” kata Baswir. Ia juga memperkirakan, Pemerintah masih akan menaikkan harga BBM, karena harga yang sekarang pun masih di bawah harga pasar. Menurutnya, Pertamina sudah akan kehilangan izin PSO (public service obligation)-nya, dan akhirnya di sektor hilir migas akan masuk pengecer BBM lainnya di Indonesia seperti Exxon, Caltex, dan sebagainya.
Dengan demikian:
1. Cara yang ditempuh pemerintah bukanlah cara yang tepat. Banyak langkah yang disarankan para pakar tetapi tidak didengar. Keputusan pemerintah lebih pada upaya liberalisasi minyak dimana asing hendak menguasai sektor hilir setelah selama ini menguasai 90% sektor hulu.
2. Menyerukan nasionalisasi sektor energi, termasuk Migas.
3। Kenaikan BBM, kelangkaan sembako dan kesulitan hidup yang dialami oleh rakyat saat ini adalah dampak diterapkannya Kapitalisme Sekular, baik dalam bidang ekonomi maupun politik. Maka, sudah saatnya, sistem Kapitalisme Sekular yang selama ini mencengkeram Indonesia dan menimbulkan kesengsaraan rakyat banyak harus segera ditinggalkan. Gantinya adalah Islam.
Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Langkah alternatif yang bisa ditempuh:
(1) Penghematan belanja negara
(2) Penjadualan ulang angsuran utang. Dalam APBN tahun 2008 cicilan pembayaran utang plus bunganya mencapai Rp 151,2 triliun (Beritasore.com, 25/11/2007).
(4) Memangkas perantara yang ada dalam ekspor dan impor minyak. (Drajat Wibowo, (Republika, 7/5).
(5) Pengembalian dana BLBI sebesar 225 triliun dari sejumlah konglomerat hitam. (6) Pemerintah harus memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya alam (migas, emas, batubara, dan lainnya) yang sangat melimpah itu, yang hakikatnya adalah milik seluruh rakyat. Maka, sumber daya alam tersebut harus dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat, bukan justru menjual atau menyerahkan pengelolaannya kepada swasta, baik asing maupun domestik. Alih-alih pemerintah berupaya meningkatkan peran BUMN dalam pengelolaan SDA, tapi justru sebaliknya. Lihatlah dalam sengketa antara Pertamina dan Exxon Mobil (perusahaan minyak Amerika Serikat) yang memperebutkan hal pengelolaan ladang minyak di Cepu, pemerintah justru memenangkan Exxon Mobil. Katanya, kita kekurangan minyak mentah, mengapa blok kaya minyak di Cepu justru diberikan kepada Exxon Mobil?
Pemerintah juga bisa mengambil alih tambang emas, perak, minyak dan batu baru yang sekarang dikuasai oleh asing। Karena semuanya adalah pemilikan umum yang merupakan hak rakyat, tapi sekarang lebih dari 80 persen dikuasai asing.
Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Kita perlu menolak cara-cara Sekuler-Kapitalistik termasuk campur tangan lembaga dan negara asing dalam pengaturan ekonomi Indonesia, khususnya dalam penentuan kebijakan pengelolaan sumberdaya alam, kebijakan energi, kebijakan pangan, kebijakan ekspor impor dan sebagainya. Sudah saatnya, sistem Sekuler-Kapitalisme yang selama ini mencengkeram Indonesia dan menimbulkan kesengsaraan rakyat banyak harus ditinggalkan.
Harus ditegakkan sistem yang tangguh, yakni sistem Islam. Bila Sosialisme telah gagal, Kapitalisme juga demikian, kemana lagi kita akan menuju bila tidak kepada Islam? Allah SWT berfirman:
الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْم يُوقِنُونَ ٍ أَفَحُكْمَ
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50).
فَاْلأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ
Seorang pemimpin (penguasa) adalah pengurus rakyat; dia bertanggungjawab atas rakyat yang diurusnya। (HR al-Bukhari).
Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Ada catatan tebal yang harus kita perhatikan berkaitan dengan masalah BBM ini::
1. hubungan pemerintah dengan rakyat dalam masalah BBM, bukanlah hubungan antara penjual dan pembeli seperti yang terjadi selama ini, melainkan hubungan antara yang mengurusi urusan rakyat dan rakyatnya yang berhak menikmati harta kekayaan milik mereka (BBM) itu dengan harga sewajarnya (murah).
2. Kenaikan BBM, kelangkaan sembako dan kesulitan hidup yang dialami oleh rakyat saat ini adalah dampak diterapkannya Kapitalisme Sekular, baik dalam bidang ekonomi maupun politik. Maka, sudah saatnya, sistem Kapitalisme Sekular yang selama ini mencengkeram Indonesia dan menimbulkan kesengsaraan rakyat banyak harus segera ditinggalkan.
3. diterapkan syariat Islam secara kaffah. Jika tidak, selamanya negeri ini akan terus didera kesulitan demi kesulitan. Allah mengingatkan:
﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى﴾
“Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (syariah), maka dia berhak mendapatkan kehidupan yang sempit. Dan, kami akan mengumpulkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (QS. Thaha: 124).
Terakhir, kami mengingatkan pemerintah akan sabda Nabi saw.:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah memelihara dan mengurus (kepentingan) rakyat lalu meninggal, sementara ia menipu rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan atasnya surga. (HR Muslim, Ahmad, dan ad-Darimi).
«الَلَّهُمَّ مَنْ وُلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُق عَلَيْهِ»
“Ya Allah, siapa saja yang menjadi pengatur urusan umatku kemudian ia memberatkan mereka, maka beratkanlah ia” (HR. Muslim)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Friday, April 25, 2008
Menegakkan Had Allah
اَلْحَمْدُ ِللهِ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَ دِيْنِ الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصَحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ
فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.
أَمَّابَعْدُ؛
قَالَ تَعَالَى
èpuÏR#¨9$# ÎT#¨9$#ur (#rà$Î#ô_$$sù ¨@ä. 7Ïnºur $yJåk÷]ÏiB sps($ÏB ;ot$ù#y_ ( wur /ä.õè{ù's? $yJÍkÍ5 ×psùù&u Îû ÈûïÏ «!$# bÎ) ÷LäêZä. tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ÌÅzFy$# ( ôpkô¶uø9ur $yJåku5#xtã ×pxÿͬ!$sÛ z`ÏiB tûüÏZÏB÷sßJø9$# ÇËÈ
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”(QS an-nuur:2)Jamaah Jum'at rahimakumullah,Puji syukur ke hadlirat Allah SWT atas ni’mat iman dan hidayah-Nya. Dialah Satu-satunya Dzat yang yang berhak diibadahi. Tiada sekutu dalam menciptakan kita. Tiada sekutu dalam memberikan rezqi dan segala kenikmatan bagi kita. Marilah kita syukuri dengan memurnikan keimanan kita dan menjauhkan dari kotornya syirik. Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan berupaya melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Jamaah Jum'at rahimakumullah,Sebagai orang yang beriman tentu merasakan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat kita. Kemaksiyatan sudah sedemikian merebak menghancurkan generasi harapan. Padahal anak-anak ummat Islam inilah harapan masa depan kejayaan Islam. Kebebasan dan pembaratan yang massif telah menerjang dengan budaya sex bebas yang semakin permissif, minum minuman keras yang menjadi budaya pergaulan, meninggalkan sholat dianggap perkara ringan terkalahkan oleh hiburan yang mengumbar syahwat. Jamaah Jum'at rahimakumullah,Sedangkan kita tahu bahwa hukuman bagi orang yang mabuk, berzina, berjudi, mencuri, riddah, qadaf itu suatu perkara yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, tidak ada yang boleh merubah ketetapan Allah terhadap hukuman itu, dan apalagi dibebaskan dari hukluman, karena itu adalah haq Allah. Allah sudah menetapkan setiap bentuk kesalahan hukuman yang sesuai
èpuÏR#¨9$# ÎT#¨9$#ur (#rà$Î#ô_$$sù ¨@ä. 7Ïnºur $yJåk÷]ÏiB sps($ÏB ;ot$ù#y_ ( wur /ä.õè{ù's? $yJÍkÍ5 ×psùù&u Îû ÈûïÏ «!$# bÎ) ÷LäêZä. tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ÌÅzFy$# ( ôpkô¶uø9ur $yJåku5#xtã ×pxÿͬ!$sÛ z`ÏiB tûüÏZÏB÷sßJø9$# ÇËÈ
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”(QS an-nuur:2)Jamaah Jum'at rahimakumullah,Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sebagaimana yang 17 kali kita lafalkan dalam 17 rokaat sholat wajib kita. Hukuman yang dijatuhkan itu adalah sebagai penebus dari hukuman yang jauh lebih berat di Hari Akhir nanti. Dan dengan disaksikannya oleh kaum muslimin itu sebagai pencegah agar perbuatan dosa itu tidak terulang baik oleh yang bersangkutan maupun oleh orang yang lain. Sehingga tetap tegaklah harkat dan martabat manusia dari perilaku yang rendah dan hina.Kalau kita renungkan, manakah yang lebih meninggikan harkat dan martabat manusia : Melaksanakan kerasnya hukum yang telah ditetapkan Allah yang berakibat hilangnya perilaku yang rendah dan hina ? Ataukah meninggalkan hukum yang telah ditetapkan Allah dan menyaksikan perzinaan dan kemaksiyatan lainnya yang merajalela di tengah kehidupan ummat, tidak peduli di kegelapan malam, di tengah keramaian, di media maya, sampai di handphone di tangan anak-anak sekolah ? Astaghfirullahal’adzim.
Marilah kita renungkan sabda Rosulullah saw dalam sebuah hadits riwayat bukhori dan muslim dari Ubaiah bin Shamit,
” berjanjilah kamu sekalian dihadapanku untuk tidak menyekutukan Allah, untuk tidak berzina, untuk tidak mencuri dan untuk tidak membunuh nyawa yang diharamkan oleh Allah, kecuali dengan hak. Barang siapa yang teguh dengan janjinya, maka balasannya tersedia di tangan Allah. Tetapi barang siapa yang masih saja melanggar salah satu diantara janji-janjinya itu, maka dia akan dikenai hukuman sebagai penghapus dosa tersebut baginya. Barang siapa yang masih juga melanggar janji-janji itu tetapi ditutupi oleh Allah, maka persoalannya terserah pula kepada Allah. Jika Dia menghendaki untuk mengampuninya, maka ia diampuni-Nya dan jika sebaliknya, maka orang yang bersangkutan itu akan disiksa.” Jamaah Jum'at rahimakumullah,Rosulullah Saw juga sudah bersabda bahwa penyelesaian perkara yang menyimpang dari hukum Allah SWT berarti melawan perintah Allah. Sabda Nabi Saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ibnu Ummar :
“Barangsiapa menyelesaikan (perkara) dengan pengampunan tanpa menjalankan (hukum) had dari hudud Allah, maka ia berarti melawan perintah Allah”.
“ Satu buah had (hudud) yang diterapkan di dunia ini, lebih baik daripada diturunkannya hujan selama 40 hari (subuh)”. (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
“Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).”(QS An-nuur:25)
Tegaknya hukum Allah-lah yang menjaga ketinggian harkat dan martabat manusia di atas segala makhluq, dan membawa barakah bagi kehidupan manusia. Tegaknya hukum Allah merupakan salah satu pilar tegaknya kehidupan Islam, disamping ketaqwaan individu dan pengaturan tata kehidupan sosial seperti cara berpakaian dan pengaturan pergaulan.
Semoga Allah SWT menolong tegaknya kehidupan Islam ’alaa minhajun nubuwah, sebagaimana yang dicontohkan Rosulullah Saw, para khulafaurrasyidin dan para khalifah yang berpegang di atas petunjuk. Amin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ
وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْن آمَنُوْا
رَبَّنَا اِنَّكَّ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْم
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيـَّتِـنَا قُرَّةَ أَعْـيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا
رَبَّنَا وَ لاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا
رَبَّنَا وَ لاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ
وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
واَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
Wednesday, April 9, 2008
NEGARA GAGAL, MASIH ADA HARAPAN
Setelah sepuluh tahun reformasi bergulir Indonesia justru berjalan menuju negara gagal, apakah yang salah dan karenanya perlu direformasi ulang ? Bagi Victor Silaen (Sindo, 05/04/2008), reformasi yang sejati bukanlah reformed (telah direformasi) melainkan reforming (yang terus-menerus direformasi menuju kesempurnaan). Dosen Fisipol UKI itu mengajak untuk untuk merenungkan dalam-dalam tentang pelbagai hal yang kiranya perlu direformasi ulang. Pertama, integritas dan kualifikasi calon pemimpin, karena menurutnya, demokrasi yang menekankan perolehan suara mayoritas memang tidak menjamin dihasilkannya para pemimpin berintegritas dan berkualitas. Kedua, pembatasan masa jabatan legislatif sebagaimana presiden, agar demokrasi tak sekedar dimanfaatkan oleh para petualang politik demi mengejar tahta dan harta.
Masalahnya adalah, apakah cukup integritas dan kualitas seorang pemimpin apabila sistem kenegaraan itu sendiri hanya sesuai untuk para petualang politik dan para pemilik modal ?
DARI TIRANI MONARKI KE DOMINASI PEMILIK MODAL
Pengalaman penindasan para tiran pada zaman kegelapan Eropa, menurut para filosof terjadi karena para tiran memiliki kekuasaan yang absolut tanpa batas. Sebagaimana pernyataan Lord Acton: Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely. Muncullah gagasan trias politika Montesquiue dengan pemisahan kekuasaan menjadi eksekutif, legislatif, dan yudikatif; yang melahirkan konsep negara republik demokrasi.
Secara teoritis konsep negara demokrasi diharapkan tidak terjadi pemerintah tiranik. Akan pada kenyataannya memunculkan rezim otoritarian baru, yaitu para pemilik modal, yang menguasai ketiga lembaga negara demokrasi. Pada praktiknya negara demokrasi bergeser menjadi negara korporasi, dimana penguasa berkolusi dengan pengusaha (atau bahkan pengusaha itu sendiri yang berkuasa), legislatif pun tidak memihak rakyat justru berpihak pada pengusaha, serta yudikatif yang lekat praktik suap. Dominasi pemilik modal pada akhirnya telah menggantikan peran monarki tiranik dalam menentukan kebijakan negara.
Banyak elit politik Indonesia yang juga dikenal sebagai pengusaha. Sehingga sulit diharapkan peguasa akan benar-benar berpihak kepada rakyat, demikian juga sulit diharapkan parlemen bisa kritis terhadap penguasa, sebab mereka mempunyai kepentingan yang sama, yakni bisnis. Bukan rahasia lagi jika isu suap sering muncul dalam setiap kali DPR membuat UU strategis.
Dominasi pemilik modal tergambar baik dalam kasus BLBI. Melalui payung Inpres 8/2002, Anthony Salim bisa bebas karena mendapat surat keterangan lunas (SKL), demikian juga Syamsul Nursalim pun bebas setelah dihadiahi SKL. Koordinator jaksa penyelidik kasus BLBI Urip Tri Gunawan tertangkap tangan saat menerima suap senilai Rp. 6 miliar, setelah sebelumnya tim yang dipimpinnya mengeluarkan keputusan bahwa BLBI tidak terbukti ada tindak korupsi.
Dominasi pemilik modal juga nampak nyata di negara kampiun demokrasi Amerika. Saat Bush menyerang Irak didukung oleh para politisi AS, bukan karena persoalan memerangi ‘teroris’, akan tetapi persoalan bisnis minyak yang menggiurkan. Demi skenario ‘menguasai’ minyak Irak, skenario kontroversial penghancuran gedung menara kembar WTC terjadi meski dengan pengorbanan ribuan nyawa. Hal ini bisa dimaklumi karena hampir semua politisi AS adalah para konglomerat atau didukung penuh oleh pebisnis kaya. Keluarga Presiden Bush dikenal sebagai konglomerat korporasi minyak. Dick Cheney, wakil Presiden AS, adalah CEO Halliburton.
Keuntungan yang diperoleh korporasi-korporasi negara imperialis jauh melebihi Produk Domestik Bruto (PDB) beberapa negara Dunia Ketiga, tempat korporasi tersebut mencengkeram. Sebagaimana dirilis EksNas-LMND (22 Februari 2007) tentang laporan pendapatan tahun 2007, ExxonMobil memperoleh keuntungan sebesar $40,6 billiun atau setara dengan Rp. 3.723.020.000.000.000,- (kurs Rp. 9.170,-). Royal Dutch Shell menyebutkan nilai profit $31 miliar atau setara dengan Rp. 284.270.000.000.000,- sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia belum sanggup menembus Rp. 4.000 trilliun. Negara penghasil minyak lainnya, misalnya Libya ($50.320 juta), Angola ($44.030 juta), Qatar ($42.463 juta), Bolivia (11.163 juta)
Sekali lagi, jika dominasi pemilik modal terjadi di negara kampiun demokrasi Amerika maka wajar juga terjadi juga di Indonesia. Bahkan sangat wajar jika yang berkuasa hanyalah komprador yang lebih berpihak pada kepentingan kapitalis global. Dan wajar pula akhirnya hanya menjadi ‘negara gagal’ yang tidak mampu memanfaatkan kekayaan alamnya untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya. Pertanyaan selanjutnya adalah masihkah percaya pada sistem demokrasi yang menjadikan dominasi pemilik modal dan menjadi sarana bagi kapitalis global menjarah kekayaan alam di berbagai negara dan menyengsarakan rakyat ?
ISLAM MENCEGAH OTORITARIAN
Islam sebagai agama yang komprehensif mempunyai metode (thariqah) sendiri untuk mencegah munculnya rezim otoriter. Dalam konsep tata negara Islam, kedaulatan ada di tangan syariah, yakni Allah SWT., dengan sumber hukum Al Qur’an dan As-Sunnah. Khalifah dalam kebijakannya harus merujuk pada Al-Qur’an dan as-Sunnah. Kalau perintah Khalifah menyimpang dari sumber hukum itu, tidak wajib ditaati bahkan wajib dikoreksi oleh Majelis Ummat, partai politik maupun ummat pada umumnya, sebagaimana dorongan dari sabda Rasulullah Saw.: “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri menentang penguasa zalim dan ia terbunuh karenanya” (HR Abu Dawud).
Sebagaimana manusia biasa khalifah mungkin saja khilaf, dan tetap diadili oleh qadhi mazalim dengan tanpa kekebalan hukum. Bahkan dia tidak bisa memberhentikan qadhi mazhalim jika qodhi itu sedang menyidangkan kasus yang melibatkan dirinya. Dengan demikian hukum syara’ yang bersumber dari Al Qur’an dan As-Sunnah itu betul-betul harus ditegakkan tanpa ada yang menghalangi. Supremasi hukum yang bersumber dari Al Qur’an dan As-Sunnah ini terjaga karena ketaqwaan setiap muslim kepada Allah sebagai pilar utama tegaknya masyarakat Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah An Nisa’ ayat 59 yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”
Ketaatan rakyat kepada ulil amri (penguasa) harus pada koridor syara’ yang bersumber dari Al Qur’an dan As-Sunnah, yang berarti bernilai ibadah. Sebaliknya ketika penguasa melanggar batas syara’ maka tidak boleh ditaati perintahnya, justru wajib dikoreksi agar kembali kepada koridor syara’. Dan aktivitas mengkoreksi penguasa itu bernilai ibadah yang disetarakan dengan pemimpin para syuhada. Inilah makna kedaulatan di tangan syara’, ketundukan kepada sumber hukum yaitu kitab Allah Al Qur’an dan Sunnah Rosul.
NEGARA GAGAL, MASIH ADA HARAPAN
Kegagalan adalah sesuatu yang tidak kita harapkan. Berkali kegagalan memaksa kita untuk introspeksi apakah yang salah dan karenanya perlu dirombak. Berkali perubahan sistem pemerintahan telah kita lalui, dari sistem demokrasi yang cenderung sosialistik Orde Lama hingga kapitalistik Orde Baru dan lebih liberal pada pasca Reformasi. Terlalu absurd jika masih sekedar mempertanyakan integritas dan kualitas figur apalagi sebatas teknis seperti pembatasan legilatif. Fakta bahwa sistem demokrasi yang memunculkan dominasi dan alat penjajahan oleh pemilik modal hendaklah menggugah kesadaran kita untuk membuka diri pada perubahan yang fundamental. Sistem Islam adalah alternatif yang meniadakan dominasi manusia atas manusia lainnya.
Kedaulatan diletakkan pada hukum syara’ yang bersumber dari kitabullah Al Qur’an dan Sunnah Rosul, bukan pada raja atau rakyat apalagi pemilik modal.
Hukum syara’ melarang penguasaan sumber daya alam oleh person (pemodal) karena ibarat menangguk air mengalir (الْمَاءَ الْعِدَّ) yang menyebabkan pemodal kaya raya, sementara negara gagal memenuhi kebutuhan pokok rakyat, sehingga rakyat termiskinkan. Padahal sumber daya air, sumber daya hutan, sumber daya energi adalah kepemilikan umum yang pengelolaannya dilakukan oleh badan usaha milik negara, sebagai sumber pemasukan Baitul Mal dari sektor kepemilikan umum, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ فِيْ الْمَاءِ وَالْكَلاَءِ وَالنَّارِ
Kaum muslim bersekutu (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, padang rumput dan api. (HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah).
Hukum syara’ pula yang mewajibkan penguasa mengurusi rakyatnya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, bukan sebagai pedagang atau broker yang mengutamakan kepentingan diri dan berfikir untung rugi, sebagaimana sabda Rosul Saw.:
فَاْلأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ
Seorang pemimpin (penguasa) adalah pengurus rakyat; dia bertanggungjawab atas rakyat yang diurusnya. (HR al-Bukhari).
Akhirnya kembali kepada kita bersama apakah masih akan berharap pada demokrasi dan rela dijajah oleh kapitalis global seraya berharap pada remah-remah belas kasihannya, ataukah kita buka harapan baru dengan sistem Islam. Kesengsaraan oleh imperialisme kapitalis global telah sedemikian nyata dan merata di berbagai negara, sedangkan kesejahteraan rakyat yang tercapai di masa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ataupun Khalifah ‘Umar bin Abdul Azis juga telah menyejarah. Selayaknya marilah tinggalkan demokrasi kapitalis, kita sambut lembaran baru dengan sistem Islam.
Friday, April 4, 2008
Rosulullah Saw Paring Tulodho Ngatur Negari
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَ دِيْنِ الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصَحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ
فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
أَمَّابَعْدُ؛
قَالَ تَعَالَى
Firman Allah SWT,
Sedoyo puji namung Kagunganipun Allah SWT, Rabb ingkang sampun ngutus Kanjeng Nabi Muhammad Saw minongko uswah hasanah.
Sholawat sarto salam mugi katetepno dhumateng Nabi Muhamad Saw, ingkang sampun menyampaikan risalah, paring uswah hasanah mulai wonten ing babagan tata aturan kehidupan pribadi dumugi tata aturaning kemasyarakatan.
Dados kewajiban kita midherek dhawuhipun Allah soho Rosulipun, sarta nebihi punopo kemawon ingkang sampun dipun awisi.
Sidang Jum’ah Rohimakumullah,
Kawit krisis multi dimensi ingkang nempuh negeri kita, kita sampun ngraosaken makaping-kaping gantos reregan sedoyo kebutuhan. Ing mongko kesempatan kerja lan kesempatan berusaha inggih mboten terbuka luas, pramilo wajar menawi mboten sakedhik warga ingkang kesulitan nyekapi kabetahan pokokipun. Sinten ingkang mboten miris lan prihatos mireng pawartos bilih wonten setunggaling ibu ingkang nembe hamil 7 wulan dumuging tiwas kaliyan putranipun ingkang taksih yuswo 5 tahun amargi kelaparan ing Makasar (Metrotv, 1/3/08). Ing mongko dinten candhakipun dipun pawartosaken bilih Ketua Tim Penyelidikan kasus BLBI Urip Tri Gunawan ketangkap basah dening KPK naliko 2 Maret 2008 saweg nampi suap/sogokan 660 Dollar (watawis 6,1 milliar rupiah) ing griyanipun Syamsul Nursalim salah setunggaling obligor ageng BLBI ageng (Jawapos 3/3/08). Kanthi kahanan ingkang mekaten puniko temtu kathahipun tiyang sami supeket kaliyan pamanggihipun Prof Budi Winarno, Guru Besar FISIPOL-UGM, bilih “Indonesia Adalah Negara Yang Gagal” ? (KR, 27 Maret 2008).
Sidang Jum’ah Rohimakumullah,
Miturut Prof Budi Winarno (KR, 27 Maret 2008), estunipun Indonesia anggadhahi sumber ingkang melimpah ingkang kedahipun saget kangge menyelesaikan persoalan kemiskinan dan pengangguran, ananging sistem politik mboten anggadhahi komitmen ingkang saestu kangge menyelesaikan persoalan kasebat. Sumber daya alam tetap dados monopoli kelompok masyarakat tertentu (lan pemodal asing), saenggo masalah kemiskinan tetap dados masalah ingkang mboten rampung-rampung. Ing mongko elite politik mboten empati (roso pangroso), mboten respon dhumateng tuntutan rakyat (malah ngributaken gaji lan rebatan kursi). Sistem politik demokrasi pasca era reformasi mboten ndadosaken responsivitas dhumateng tuntutan-tuntutan masyarakat (kados dene minggahipun regi BBM, minyak tanah).
Sidang Jum’ah Rohimakumullah,
Muhammad Rosulullah Saw puniko uswah – teladan – tumrap sedoyo kaum muslimin ingkang tansah cumadhong ngajeng-ajeng rohmatipun Allah SWT
“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Akhir.” (QS Al Ahzab 30: 21)
Muhammad Saw paring tulodho mboten namung ing babagan ibadah mahdhah (sholat, zakat, shoum, haji) ananging ugi ing bebrayan bale griyo, dumugi babagan bebrayan agung ing masyarakat lan ngatur ruwet rentenging negari. Nabi Saw sasampunipun hijrah ing Yastrib dipun tetepaken (dipun bai’at) dening penduduk Yastrib dados pemimpin ing Madinah. Minongko pemimpin ing negari Madinah, Nabi Muhammad Saw:
- Ngatur tata negari ing Madinah. Tata aturan negari puniko ngiket kaum muslimin (Muhajirin, Aus lan Khazraj), ugi tetiyang Yahudi (bani Nadhir, bani Qoinuqo, bani Nadhir) sarto penduduk Yastrib ingkang taksih musyrik.
- Ngawontenaken perjanjian kaliyan kabilah-kabilah ing sak njawi Madinah, kados dene perjanjian Hudaibiyah kaliyan Quraisy Makkah
- Ngawontenaken ekspedisi lan futuhat saengga negari Madinah tansoyo moncer lan dakwah Islam soyo sumebar ing jazirah Arab
- Ngangkat poro wali (setingkat propinsi) lan amil (setingkat kabupaten), kados dene ‘Amru bin Al-‘Ash dados amil ing Oman, al-‘Alla bin al-Hadramiy amil ing Bahrain
- Ngangkat pejabat lan petugas negari: qadhi (hakim) kados dene Muadz bin Jabbal lan Abu Musa al-Asy’ariy ing Yaman, ugi ngangkat petugas pemungut zakat, jizyah, kharaj, ‘usyur, fa’iy
- Musyawarah kaliyan poro shohabat ingkang pinunjul kangge ngrembag kemaslahatan ummat, kados dene Hamzah, Abu Bakar, ‘Umar, ‘Ali, Ibnu Mas’ud, Hudzaifah lan sapanunggalanipun
Nabi Muhammad Saw mrentahaken dhumateng poro wali supados ngajaraken al-Qur’an lan mahamaken masyarakat babagan agami, nyegah kemungkaran lan kezaliman kanthi tegas, narik zakat lan mbagekaken dhumateng 8 asnaf ingkang kasebat wonten ing al-Qur’an, saenggo rakyat ingkang mboten mampu saged kacekapan kabetahanipun. Wragat pangaturaning negari dipun cekapi kas Baitul Maal ingkang sumberipun sangking harta fa’iy, kharaj, jizyah lan ghanimah.
Pondasi tata negari puniko dipun terusaken dening poro khulafaurrasyidin. Kados dene Amirul Mukminin Umar bin Khattab ingkang nate paring hibah permodalan sangking kas Baitul Maal kangge mbiyantu para petani Irak nggarap lahanipun, sarto nglarang ngangguraken lahan tanpo dipun garap ngantos 3 tahun. Kanthi wontenipun subsidi lan larangan ngangguraken lahan puniko badhe ndorong produksi pertanian.
Nabi Muhammad Saw ugi nglarang praktik ikhtikar (penimbunan). Dipun riwayataken sangking Said Al-Musayyab, dari Mu'ammar ibn Abdullah, sabdanipun Rasulullah s.a.w., Ora keno wong kang nindakake penimbunan barang kejobo iku tumindak salah (dosa). (Shahih Muslim, Al Muzara'ah, hlm.157,158). Larangan puniko kalebet makanan ugi. Al Asram ngriwayataken sangking Abi Umamah: “Rasulullah saw. Sampun nglarang melarang penimbunan makanan.” Kanthi puniko penimbunan komoditas bahan pangan kalebet tindak kriminal ingkang kedah dipun ukum. Abdurrahman Malikiy wonten ing kitab (Nizham al 'Uqûbat, hal. 191) mratelakaken bilih hukuman kangge penimbun inggih puniko hukum cambuk lan penjara tiga tahun.
Kanthi larangan penimbunan bahan pangan saget kasedia lan mboten kedadosan reregan mboten badhe dipun permainkan.
Nabi Muhammad Saw ugi nglarang penguasaan sumber air dening person (swasta). “Al muslimuuna syuroka-u fii tsalatsin al ma-u wal kala-u wan-naar” (Kaum muslimin ersyarikat ing telung hal yaiku banyu, padang lan geni (HR Abu Dawud sangking Ibnu ‘Abbas). Ugi dipun riwayataken dening Ibnu Majah sangking Abu Hurairah bilih Nabi Saw ngendika “Telung werno kang ora keno diduweki sopo wae yaiku banyu, padang lapangan lan geni” (sumber air, hutan, sumber energi).
Kanthi mekaten sumber pengairan lan kangge kabetahan sanesipun kedah kasedia kangge masyarakat luas.
Sidang Jum’ah Rohimakumullah,
Punikolah uswah hasanah ingkang dipun contohaken dening Nabi Saw lan khulafaurrasyidin ing babagan ngatur negari lan kados pundi kebijakan politik negari kangge mendorong kacekapan kabetahan pangan kangge rakyatipun sae sangking dorongan produksi, anjagi distribusi, temtu taksih kathah malih menawi dipun pelajari. Islam diin ingkang sempurno, kangge ngatur sedoyo urusan sangking urusan pribadi, dumugi tata aturaning negari.
Kegagalan negari kados ingkang dipun sebataken dening Prof Budi Winarno ing ngajeng, tentu wonten sebabipun. Korupsi lan kolusi ingkang sakpuniko malah langkung nggilani, puniko salah setunggaling sebab. Ingkang langkung merusak kapitalisme global ingkang merasuki berbagai negara. Icalipun subsidi puniko tuntutan sangking IMF (ingkang dibackup negara-negara kapitalis). Penguasaan sumber daya alam (tambang, hutan,sumber air) ingkang dikuatkan mawi undang-undang puniko setunggaling cara imperialisme gaya baru.
Pramilo kito kedah wangsul dhumateng ajaranipun Rosulullah Saw, wangsul dhumateng tatanan kehidupan Islam lan mbucal tatanan kehidupan kapitalistik ingkang nyoto-nyoto menyengsarakan rakyat.
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliah yang kalian kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).
Pepeling kangge poro pemimpin:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah memelihara dan mengurus (kepentingan) rakyat lalu meninggal, sementara ia menipu rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan atasnya surga. (HR Muslim, Ahmad, dan ad-Darimi).
Wednesday, April 2, 2008
Opini: Merangsang Produksi – Menata Mengamankan Distribusi
Wahyudi Djafar dalam tulisannya “Membongkar Hegemoni Beras” (Sindo, 25/3) berpendapat bahwa beras mampu menjadi penggerak bangkitnya people power, karenanya demi menurunkan tingkat politisasi beras maka pemerintah memassifkan program diversifikasi pangan. Tulisan tersebut ditanggapi oleh Joni Murti Mulyo Aji dalam tulisannya ”Diversifikasi Saja Tidak Cukup” (Sindo, 27/3), yang berpendapat bahwa untuk mengurangi hegemoni beras hanya bisa dilakukan dengan cara mengurangi konsumsi (termasuk diversivikasi pangan) dan memperbesar produksi. Namun untuk menggerakkan petani agar terus meningkatkan produksi, ketika harga rendah, sama saja dengan menggiring petani memasuki jurang kemiskinan. Karena itu diperlukan kemauan politis dari pemerintah untuk melaksanakan kewajiban stabilisasi harga gabah di tingkat petani.
Memproduktifkan Lahan Nganggur
Peningkatan produksi pertanian bisa dilakukan dengan cara intensifikasi untuk meningkatkan kemampuan produksi tanaman, maupun dengan cara ekstensifikasi untuk memperluas areal penanaman. Menurut Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar, lahan pertanian pangan seluas 12 juta ha (Sindo, 30/3). Ekstensifikasi dengan pembukaan lahan pertanian baru memerlukan biaya yang mahal, sebagai gambaran pembukaan lahan baru seluas 5000 ha di Merauke Papua dibutuhkan dana sebesar Rp 400 miliar. Belum lagi masih harus bersaing dengan industri perkebunan sawit.
Pemanfaatan lahan tidur bisa sebagai alternatif perluasan areal pertanian tanpa pembukaan hutan. Akan tetapi hal itu memerlukan kebijakan dan peraturan khusus, misalnya larangan penelantaran lahan selama tiga tahun berturut-turut. Hal ini akan mengurangi penyusutan lahan produktif oleh sekedar untuk investasi tanah yang relatif aman dan menguntungkan. Dengan kata lain seseorang yang memiliki lahan akan didorong untuk memproduktifkan lahannya.
Subsidi untuk Mendorong Produksi Pertanian
Pengelolaan lahan pertanian memerlukan ketersediaan dan keterjangkauan sarana produksi. Untuk itu diperlukan penyediaan benih, pupuk dan obat-obatan, mesin-mesin pertanian dengan harga yang terjangkau. Sehingga subsidi untuk sarana-sara produksi pertanian memang menjadi sesuatu yang seharusnya ada untuk mendorong produksi pangan. Bahkan jika perlu berupa bantuan langsung misalnya berupa benih unggul. Subsidi di sektor hulu pertanian ini lebih logis karena secara tidak langsung juga akan dirasakan rakyat pada umumnya, berupa ketersediaan pangan murah.
Sebaliknya dengan peniadaan subsidi pada akhirnya juga memberatkan rakyat, karena harga produk pertanian relatif menjadi mahal. Sedangkan jika pemerintah hanya mengambil jalan pintas dengan mengimpor dari luar negeri tentu hal ini akan semakin menggencet nasib petani, karena harga produknya yang menjadi mahal oleh ketiadaan subsidi harus bersaing dengan produk impor yang secara kualitas bisa jadi lebih baik dan harga lebih murah.
Menata dan Mengamankan Distribusi
Produksi hasil pertanian pangan yang tinggi, tetap memerlukan perhatian untuk menjaga pasar dari praktik-praktik kecurangan penimbunan. Bukan mustahil kelaparan masih mungkin terjadi jika praktik penimbunan komoditas pangan tidak diberantas tuntas.
Khatimah
Walhasil, permasalahan rendahnya daya beli rakyat perlu diimbangi dengan mendorong peningkatan produksi pangan dan pemerataan distribusinya. Kita semua tentu tidak mengharapkan kasus kematian warga akibat kelaparan seperti kejadian seorang ibu yang sedang hamil 7 bulan dan anaknya berusia 5 tahun meninggal karena kelaparan (Metrotv, 1/3/08) di Makasar, anak 3 warga kampung Genteng, Kecamatan Cilamajang, Tasikmalaya (Republika, 11/03/08) terjadi lagi.
Sebagai catatan tambahan, kita perlu melanjutkan lebih jauh apa yang telah dirintis oleh Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari dalam buku best seller-nya ”Saatnya Dunia Berubah”. Kita harus melawan kapitalisme global yang mencengkeram negeri ini. Tekanan asing untuk menghapus subsidi tidaklah tepat dituruti, karena akan menjadikan komoditas pertanian kita menjadi lebih mahal dari produk impor yang mereka gelontorkan. Sehingga bukan hanya kekayaan alam kita yang dikuras, tenaga kerja kita yang dihargai murah, tetapi lebih disempurnakan dengan menjadikan negeri kita pasar bagi produk-produk mereka. ”Saatnya dunia berubah, saatnya kita berpaling kembali kepada Islam”.
Khutbah: Puncak-Puncakipun Asil Sistem Pendidikan Islam, Februari 2008
اَلْحَمْدُ ِللهِ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَ دِيْنِ الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصَحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ
فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.
أَمَّابَعْدُ؛
Qolallhohu Ta’ala fil Qur’anil adzim :
y7¯RÎ)ur 4n?yès9 @,è=äz 5OÏàtã
Sedoyo puji namung kagunganipun Allah SWT ingkang tansah paring rahmat, ingkang sampun paring pitedah kanthi Al Qur’an lan sampun ngutus kanjeng Nabi Muhammad SAW. Sholawat sarto salam mugi katetepno dhumateng Kanjeng Nabi Muhamad Saw, ingkang sampun menyampaikan risalah, paring uswah hasanah mulai wonten ing babagan kehidupan pribadi dumugi tata aturaning kemasyarakatan.
Sampun dados kewajiban kita midherek dhawuhipun Allah soho Rosulipun, sarta nebihi punopo kemawon ingkang sampun dipun awisi. Pramilo monggo kito sami ngupados tambahan ngelmu kanthi tholabul ilmi, sarta anambahi kethoatan kito dhumateng Allah SWT.
Sidang jum’ah rohimakumullah,
Pendidikan puniko anggadhahi kalih tujuan ingkang utami, inggih puniko:
- Sepindah kangge mbangun kapribaden muslim kanthi landesan Aqidah Islam lan pengetahuan agami (tsaqofah Islam)
- Ingkang kaping kalehipun kangge membekali siswa iptek sarto ketrampilan kangge nyekapi kabetahaning agesang
Pramilo wajar menawi ing zaman kejayaan Islam, mboten ngemungno kekuasaan lan pengaruhipun ingkang wiar kanthi prajuritipun ingkang kiat, ananging ugi sumbangan dhumateng perkembangan ilmu pengetahuan ingkang dumugi sepriki taksih dipun akeni ing dunia pengetahuan kados dene Ibnu Sina. Poro ilmuwanipun disamping ahli kedokteran,biologi, matematika, falak ananging sekaligus ugi ahli agami.
Dados pendidikan ingkang sae puniko badhe ngasilaken insan ingkang anggadhahi ilmu agami ingkang dipun laksanaaken kanthi tho’at sekaligus anggadhahi pengetahuan lan ketrampilan kangge kacekapaning kabetahan pribadi lan masyarakat.
Puncak hasilipun mujtahid (ingkang mampu menjawab permalahan2 enggal kanthi netepi syara’), mujahid (ingkang ngicalakeng penghalang dakwah), kholifah (ingkang tanggel jawab sedoyo pelaksanaan syara’).
Sidang jum’ah rohimakumullah,
Allah SWT badhe maringi derajat ingkang inggil dhumateng tetiyang ingkang beriman lan berilmu. Surat Al Mujaadilah 58: 11
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sÎ) @Ï% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs¡øù$$sù Ëx¡øÿt ª!$# öNä3s9 ( #sÎ)ur @Ï% (#râà±S$# (#râà±S$$sù Æìsùöt ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uy 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ×Î7yz
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Al Mujaadilah 58: 11)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah: Ulil Amri Wajib Anjagi Aqidah Ummat Sangking Aliran Sesat, Januari 2008
اَلْحَمْدُ ِللهِ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَ دِيْنِ الْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصَحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ
فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Qolallhohu Ta’ala fil Qur’anil adzim :
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Sedoyo puji namung kagunganipun Allah SWT. Ingkang nyiptaaken, anggadhahi, lan ngatur alam raya. Dzat ingkang wajib dipun sembah, ingkang paring anugrah hidayah ingkang lurus, diin ingkang haq, lan risalah ingkang adil lan sempurno, Islam.
Shalawat sarto salam mugi tansah dipun limpahaken dhumateng sayyidul anbiya’ wal mursalin, Rosulullah Saw., sarta keluwarganipun, para sahabat, saha sedoyo penderekipun ingkang berjuang nyebaraken lan nerapaken risalah Islam dumugi saindenging bawono hinggo akhir zaman.
Sidang jum’ah rahimakumullah,
Nembe kemawon ummat Islam merayakan warso enggal 1429 Hijriyah, kanthi marupi-rupi coro kados dene pengaosan, dzikir nasional; ngantos perlombaan lan hiburan. Emanipun perkawis ingkang membahayakan Aqidah ummat kados dene tirakat wonten ing papan ingkang dipun anggep wingit lan larungan sesajen wonten ing laut kidul taksih dipun laksanakaken dening sebagian ummat Islam.
Kanthi mekaten taksih mbektahaken upaya dakwah ingkang saestu kangge memurnikan Aqidah Islam mengikis kesyirikan. Ing mongko kapercayan syirik lan kehidupan jahiliyah puniko justru ingkang dipun tebihi Nabi lan poro sohabat kanthi hijrah.
Sidang jum’ah rahimakumullah,
Kapercayan syirik lan budaya jahiliyah ing Makkah naliko semanten saestu ndamel prihatos Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Kanjeng Nabi tansah paring pitedah dhumateng Bani Abdul Mutholib, Bani Hasyim, lan sedoyo suku-suku ing Makkah sak kiwo tengenipun supados ninggalaken kapercayan syirik lan kehidupan jahiliyah. Ninggalaken nyembah braholo, ninggalaken budaya pelacuran, ninggalaken budaya mejahi bayi setri, ninggalaken cara dedagangan kanthi apus-apus lan curang ing timbangan, lan tata cara kehidupan jahiliyah sanesipun. Kanjeng Nabi Saw angajak dhumateng Aqidah Islam lan ngajaraken tata cara gesang Islam.
Ananging poro kafir Quraisy malah menentang lan ngalang-alangi kanthi mawerni-werni coro : fitnahan, boikot, siksaan dumugi syahid dipun laksanakaken tumuju poro sahabat. Sahinggo Allah SWT mrintahaken hijrah tumuju ing Yastrib.
Sidang jum’ah rahimakumullah,
Ajaran Islam ing Yastrib, dipun sambut dening penduduk suku Aus lan Khazraj. Kanjeng Nabi Muhammad Saw dipun sengkuyung dados panguwaos hukum Madinaturrasul, ingkang dipun baiat dening suku Aus lan Khazraj ingkang ngrasuk Islam. Kanthi Piagam Madinah Kanjeng Nabi Saw selaku kepala negara ugi dipun thoati dening suku Aus lan Khazraj ingkang taksih musyrik sarto suku-suku Yahudi Bani Nadhir., Bani Qiraizah lan Bani Qainuqo.
Kanthi pelaksanaan hukum Allah ing Madinah puniko Aqidah ummat kajagi, agami Islam kajagi, nyawa ummat kajagi, harta ummat kajagi, kehormatan ummat kajagi. Mboten wonten ingkang nyikso ummat Islam supados wangsul dhumateng kesyirikan, mboten wonten ingkang ngalang-alangi penerapan syariat Islam, mboten wonten ingkang ngrampas harta ummat Islam, mboten wonten ingkang mrawoso kehormatan ummat Islam.
Malah kanthi hijrahipun Kanjeng Nabi Saw lan poro sohabat ing Madinah, penyebaran lan pelaksanaan ajaran agami Islam sampun mboten wonten malih ingkang ngalang-alangi. Wonten ing tata aturaning kemasyarakatan, tetiyang musyrik tunduk dhumateng hukumipun Kanjeng Nabi Saw kados kaebat ing Piagam Madinah. Mengsah ingkang ngancam kantun saking njawi kitho Madinah, antawisipun sangking Makkah ingkang samangkenipun inggih dipun tundukaken kanthi peristiwa Fathu Makkah.
Salajengipun kekuasaan Islam terus sumebar ing jazirah Arab (zaman Nabi Muhammad Saw), nundhukkaken Persia, Mesir, Asia Kecil (zaman Khulafaurrasyidin), Konstantinopel (Byzantium), Spanyol (Eropa Barat) zaman kekhilafahan Bani Umayyah – Bani Abassiyah – Utsmaniyah. Ateges hijrah punikolah batu loncatan keberhasilan futuhat Islam (penyebaran Islam) dumugi sakindenging bawono.
Sidang jum’ah rahimakumullah,
Wangsul ing kahanan sakpuniko, temtu mrihatosaken menawi pepengetan Tahun Hijriyah malah dipun leksanaaken kanthi ritual kesyirikan, hiburan ingkang nglanggar paugeran syara’. Temtu puniko tebih sangking pelajaran ingkang kedahipun saget kito pendhet sangking hijrahipun Nabi Saw. Puniko dados peer kito sedoyo, poro mubaligh, organisasi dakwah, lan sedoyo ummat Islam.
Sidang jum’ah rahimakumullah,
Perkawis ingkang ngrisak Aqidah mboten ngemungno ritual syirik kados ingkang kasebat ing ngajeng. Ngantos sakpuniko usulan ummat Islam dhumateng pamarentah supados melarang ajaran Ahmadiyah ingkang melenceng sangking Aqidah Islam, ugi dereng dipun putusaken dening pamarentah. Ing mongko ing asalipun Pakistan kemawon puniko mboten dipun lebetaken golongan Islam, ateges dipun anggep agami piyambak mboten kalebet agami Islam awit kapercayanipun dhumateng Mirza Ghulam Ahmad pendirinipun.
Ing mongko ajaranipun Nabi Muhammad Saw jelas saksinteno tetiyang ingkang murtad sangking Islam kedah dipun ukum. Kanjeng Nabi Saw nate mrintahaken pasukan kaum muslimin supados ngukum Musailamah Al Kadzab awit ngaken Nabi angsal wahyu. Kanthi mekaten, mbrasto ajaran sesat kados dene Ahmadiyah, ugi Qiyadah Islamiyah ingkang kepengker; puniko tugasipun amirul mukminin, tugasipun ulil amri ingkang njunjung aturan Islam. Pramilo wontenipun ulil amri amri ingkang badhe ngatur masyarakat kanthi aturan Islam puniko setunggalipun kewajiban ingkang kedah dipun wujudaken, supados kita saget ngeleksanakaken prentahipun Allah SWT ing Surat Ali Imran 59:
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qãèÏÛr& ©!$# (#qãèÏÛr&ur tAqß§9$# Í<'ré&ur ÍöDF{$# óOä3ZÏB ( bÎ*sù ÷Läêôãt»uZs? Îû &äóÓx« çnrãsù n<Î) «!$# ÉAqß§9$#ur bÎ) ÷LäêYä. tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ÌÅzFy$# 4 y7Ï9ºs ×öyz ß`¡ômr&ur ¸xÍrù's?
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (TQS Ali Imran (4) : 59)
Ulil amri ingkang ngleksanakaken hukumipun Allah SWT punikolah ingkang badhe anjagi aqidah ummat, anjagi nyawa ummat Islam, harta ummat sarto kehormatan ummat. Sanes tata aturan masyarakat ingkang justru ngrisak Aqidah, mboten melindungi nyawa lan kehormatan ummat Islam.
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliah yang kalian kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).